Puang Kali Malunda, Ulama Pejuang dari Mandar

Meskipun dikenal sebagai ulama, namun semasa hidup, Puang Kali Malunda tidak hanya menghabiskan waktu untuk berada di masjid. Setiap selesai salat subuh, ia pergi ke kebunnya untuk membersihkan dan menanam tanaman layaknya petani di Malunda pada umumnya.

Pada malam hari, setelah salat isya, ia menerima pengunjung yang datang ke rumahnya. Pengunjung tersebut berasal dari berbagai daerah. Pernah suatu waktu, ketika pengunjung datang silih berganti, sang istri dan pembantu di rumahnya kelelahan dan tertidur.  Akhirnya, Puang Kali Malunda sendiri turun langsung ke dapur membuat jepa (makanan yang terbuat dari singkong) untuk para pengunjungnya.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Pejuang Kemerdekaan

Selain dikenal sebagai ulama kharismatik, Puang Kali Malunda juga dikenal sebagai pejuang kemerdekaan di Tanah Mandar. Puang Kali Malunda adalah orang yang pertama kali mengibarkan bendera merah putih di Malunda. 

Ia juga beberapa kali terlibat dalam peristiwa penting untuk mempertahankan kemerdekaan. Di antaranya, melawan kelompok DI/TII yang melakukan pemberontakan terhadap NKRI tahun 1950-1965. Karena keberaniannya itu, ia kerap menjadi target pembunuhan oleh kelompok yang berbeda pandangan politik. Namun usaha untuk membunuhnya tidak pernah berhasil.

Puang Kali Malunda meninggal dunia setelah pulang dari Mekkah  untuk menunaikan ibadah Haji. Ia meninggal di pembaringan dalam keadaan bertakbir, mendekapkan kedua tangan ke dadanya, pada 27 Juni 1992 dan dimakamkan di depan Masjid Raya Malunda. 

Tinggalkan Balasan