Ternyata, apa yang telah disyariatkan oleh Nabi Muhammad terbukti telah memberikan berkah, kesembuhan untuk suatu penyakit. Kesehatan secara fisik dan psikis. Masih banyak kisah-kisah lain yang menyatakan bahwa dengan puasa kondisi kesehatan seseorang menjadi lebih baik. Maka tidak benar kalau ada yang mengatakan bahwa puasa hanya sebuah penyiksaan diri yang dijadikan propaganda oleh orang-orang benci dengan Islam.
“Shumu tashihhu; Berpuasalah kalian, maka kalian akan sehat” adalah sebuah realitas. Bahwa sebenarnya di balik kewajiban yang kita jalankan akan melahirkan manfaat yang begitu besar. Maka, tidak ada alasan bagi kita untuk tidak berpuasa, apalagi dengan alasan yang tidak bisa dilogikakan menurut kedokteran.

Di dalam puasa terdapat nikmat yang melimpah. Apabila nikmat puasa ini kita syukuri, maka kita akan merasakan kebahagiaan yang sempurna. Menikmati puasa sebagai bagian dari ibadah yang akan memberikan kebahagiaan kepada yang menjalankannya.
“Nikmatilah puasamu, maka kamu akan mendapatkan kebahagiaan yang paling sempurna!”
Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra: Bahwa sesungguhnya Rasulullah saw pernah bersabda, ketika datang Bulan Ramadan, “Sungguh telah datang kepadamu bulan yang penuh berkah, diwajibkan atas kamu untuk puasa, dalam bulan ini pintu jannah dibuka, pintu neraka ditutup, Setan-Setan dibelenggu. Dalam bulan ini ada suatu malam yang nilanya sama dengan seribu bulan, maka barangsiapa diharamkan kebaikannya (tidak beramal baik di dalamnya), sungguh telah diharamkan (tidak mendapat kebaikan di bulan lain seperti di bulan ini).” ( HR. Ahmad, Nasai dan Baihaqy. Hadis Shahih Lighairih).
