PUISI PALING ADUH

PUISI PALING ADUH

Katakanlah: Maka padamulah hidupku. Rinduku menggebu, berjingkat di ruang tunggu. Antara napas dan matiku.
Engkau semayam di dadaku. Lumuri detak detikku.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Katakanlah: Lindungi aku dari seruan, serbuan, lakat-lakat di dinding waktu. Kemarilah dikau ruh yang agung, yang takkan pergi sampai penuh luka diri.

Katakanlah: Aku adalah riak yang samar. Dalam gelap yang pudar. Bahwa Alif adalah Dia. Menusuk jantungmu lekat, mendekapmu erat, bak jalinan pukat di simpul yang ketat. Alangkah indah Alifmu.

Katakanlah: Hai aku yang paling lembut. Di sudut yang surup. Sedang menghirup hidup yang aduh. Maju di Ba, berhenti di lautan. Titikmu aduh yang paling aduh. Suara paling gaduh di alam yang riuh.

Katakanlah: Alif, Ba, Ta, biatmu mengaca di bulan. Baik buruk merupa jadi bualan. Ta atmu kicauan, burung bergurau meragukan. Ta, sampai di sana kau berhenti, dengan teguh melagukan qosam, dunia runtuh, terbelam.

Lampung, April/Ramadan 2022.

DOA DALAM TUJUH PUISI

Tinggalkan Balasan