PUISI PALING ADUH

/i/
Tuhan
Rusuk malam memaksaku tidur
Di emperan rumahmu
Yang suci akan dosa-dosa
Yang luas akan ampunan
Sebagaimana Kau mengerti aku
Sebagai pendosa yang berharap ampun
Maaf, aku lekas terlelap

/ii/
Tuhan
Aku musafir
Aku dengar dari seorang resi
Engkau ada di langit
Di bentang yang luas itu
Engkau berada di sebelah mana
Aku mau menemuiMu

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

/iii/
Dalam rukuk ini, Tuhan
Pada ujung kain sarung ini
Kulihat kau begitu indah

/iv/
Dalam sujud ini, Tuhan
Di lembaran sajadah ini
Aku ingin menciumMu

/v/
Tuhan, aku belum selesai
Jangan lekas tinggal pendosa ini sendiri
aku minta ampun, aku mau menciumMu lagi

/vi/
Salamku padaMu, Tuhan
Aku pamit, bukannya berpaling
Sampai jumpa di waktu maghrib berikutnya

/vii/
Tuhan, dengarkan aku
Aku mohon harta, harta, harta
Aku mohon cinta, cinta, cinta
aku mohon ampun, ampun saja, hanya ampun
seluas-luasnya.

Masjid Al-Muhajirin, Agustus 2020.

Tinggalkan Balasan