PUISI SYAWALAN

52 views

SIKLUS RAMADAN

Kutemukan diriku sendiri
Di kedalaman ramadan
Menggigil kedinginan menantiMu tak kunjung datang
;padahal Engkau datang.

Advertisements

Hingga hilal mengerucut,
Hingga malam seribu bulan menjemput
Kutak menemukanMu sama sekali
Di kedalaman diriku sendiri
;padahal Engkau datang.

Semakin aku diam sendirian
Semakin senyap tak ada jawaban
Tak ada lakon-lakon
Hanya sepi bermain peran
;Padahal Engkau datang.

Madura, 2025.

MENUNGGU SYAWAL 

Jauh sebelum pagi membunuh malam
Terdengar lirih lelaki tua
Di dalam langgar bambu sama tuanya.

Berdoa; meminta baju hari raya
Untuk anak-anak dan cucu-cucunya

Barangkali
_________doa lebih tajam dari pisau
Diiriskannya takdir-takdir kejam itu darinya
Dibilahkannya derita-derita lebam itu darinya
Seketika itu,
Aku juga berdoa
;pertemukan aku dengan Syawal,
ingin sekali kumelihat anak-anak dan cucu-cucunya
memakai baju hari raya hasil doa lirihnya.

Barangkali,
_________doa lebih ringan dari udara
Diembuskannya suara hatiku dan hatinya
Dihamparkannya ke hadapan Tuhan
;lalu diterima, amin.

Madura, 2025.

SIKLUS HAMBA

Di atas
Pertapaanku
Penghambaanku
Pengabdianku
KepadaMu

Segala Lelah digulung badan
Semua penat dipeluk badan
Menuju sumringah-Mu di ujung jalan

Maka, biarkan aku berteduh dalam pengkuan-Mu
Mengukur diri di antara riak sabar dan sadarku
Barangkali luka-luka lama terulang lagi
Segera sembuh di hadapan sujud hatiku

Di bawah
Penantianku
Pengharapanku
Pemujaanku
Hanya karena dan demi diriMu

Biarkanlah aku
Terbujur kaku dalam hamparan rahmat
Yang tak lekang waktu dan tempat.

Madura, 2025.

MELEPAS RAMADAN

Halaman: 1 2 Show All

Tinggalkan Balasan