MBG dan Ironi Guru Honorer

Belakangan ini viral postingan dan video tentang gaji guru honorer yang dibandingkan dengan gaji para pekerja pada program Makan Bergizi Gratis (MBG). Mulai dari Kepala Dapur (SPPG) yang bisa menerima gaji sebesar Rp6,4 juta per bulan, Ahli Gizi Rp3,5 juta-Rp6 juta per bulan, serta tenaga dapur atau lapangan sekitar Rp2 juta-Rp2,5 juta per bulan. Bahkan gaji sopir MBG disebut lebih besar dari gaji guru honorer. Sedangkan, gaji guru honorer cuma Rp300 ribu hingga Rp1,5 juta per bulan.

Perbandingan angka ini menimbulkan rasa prihatin yang sangat mendalam terhadap tampilan wajah pendidikan di negara kita. Secara tidak langsung, kondisi ini menunjukkan adanya diskriminasi terhadap para guru honorer. Juga, menunjukan bahwa negara belum sepenuhnya berpihak pada pendidikan. Seolah-olah, memberi kita pemahaman bahwa mengisi perut dianggap lebih penting daripada mengisi otak.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Rasa keperihatinan tersebut semakin terasa ketika sebuah video yang menampilkan curahan hati guru honorer beredar di media sosial. Dalam video tersebut, tampak seorang guru honorer yang menangis saat menceritakan keadaannya dengan suara bergetar. Ia mengungkapkan kekecewaanya terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai belum adil bagi guru honorer yang telah bertahun-tahun mencurahkan dedikasinya untuk mencerdaskan anak bangsa.

Tinggalkan Balasan