TABUR BUNGA
Teruntuk: KH Fakhrillah Aschal
Di balik tirai duka
Tersimpan air mata suci
Mengalir deras membentuk lara
Hingga mata purna tak bermakna

Tepat di pusara basah, kubisikkan doa
Memegang kepala seakan hidup di dunia
Tabur bunga aliri air mata
Hampir lupa qadar sang esa
Jeritan tangis di mana-mana
Seperti tiupan sangkakala
Kuhanya diam menyelami puisi
Karena sadar tak ada yang abadi.
TEMBOK HIJAU
