Namun percayalah aliran doa
Akan terus mengalir tiap harinya
Seperti matahari menyinari bumi
Bermetamorfosa menjadi seorang santri
Menyirami lautan ukhrawi
Hingga kekal tertulis abadi
ODE SANG GURU

Ketika mendengar kabar dukamu
Mulut bungkam tidak bisa bicara
Hati diam lafalkan doa
Mata lebam sebab air mata
Kaki kaku tuk sekadar jalan
Tangan lemah berbau gelisah
Berdiripun dipapah
Begitu mulia raga jiwamu
Hingga banyak manusia luka
Sedih menyertai selalu
Lupa bahwa dunia sementara
Kidung cinta tebar pesona
Warisan selawat akan terus terawat
Tidak kubiarkan tersentuh kawat
Apalagi hilang mengiringi jejak wafat
Sebab itulah rahim syafaat
Menghadapi hari kiamat
