PUISI UNTUK BAPAK

Masih tersisa lima teguk robusta-mu
Semut-semut kecil merayakan rindu pada tipak ranum bibir itu
Hangat dan manisnya beku pada masa yang terburu

Sekali lagi,
Aroma keretekmu-mu membaur di dadaku
Berpesta dengan tungku kepelikan

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Kusemai mawar biru pada istanamu
; yang akarnya menyangga kepenatan

Bibit mawarku kehausan
; maka ribuan doa kusiramkan

Kuingatkan,
Setiap senja pada ujung minggu
Kau mesti memanen kelopak mawar itu

3 Replies to “PUISI UNTUK BAPAK”

Tinggalkan Balasan