Masih tersisa lima teguk robusta-mu
Semut-semut kecil merayakan rindu pada tipak ranum bibir itu
Hangat dan manisnya beku pada masa yang terburu
Sekali lagi,
Aroma keretekmu-mu membaur di dadaku
Berpesta dengan tungku kepelikan

Kusemai mawar biru pada istanamu
; yang akarnya menyangga kepenatan
Bibit mawarku kehausan
; maka ribuan doa kusiramkan
Kuingatkan,
Setiap senja pada ujung minggu
Kau mesti memanen kelopak mawar itu

πππ
Mantabbb,,,,
“Bukahkan atau bukankah? Pada bait pertama baris kedua pada puisi Pertanyaan Panjang.
Mohon maaf kesalahan penulisan, yang dimaksud “bukankah” ππ»