MBAH MAR
seharusnya dia bisa
lebih angkuh dari waktu

di depan nyala tungku
di ambin lawasan itu
dengan daun pisang
dengan parutan kelapa
dia masih menyumbang
beberapa tawa buat dunia
ramadhan kali ini
mbah mar masih melipat daun
membungkus rasa lapar
mbah mar masih memarut kelapa
menghancurkan kebingungan
tungkunya tetap menyala
meski kayu bakarnya kurus kering
mbah mar akan terus menyala
dan memilih rendah hati pada waktu
meski sekali lagi, harusnya
ia bisa lebih angkuh dari waktu
Wonokromo, April 2022.
BESOK PUASA
