Redefinisi Senioritas di Pesantren

Biasanya para santri lama ini melakukan hal sewenang-wenang kepada santri baru agar dapat melakukan apa saja yang menurut ia bermanfaat kepada dirinya dan merugikan kepada santri baru tersebut. Bahkan sampai bullying dan meminta uang saku serta lain sebagainya.

Hal ini tidak hanya berhenti pada penyiksaan secara batin saja, tapi secara zahir juga. Biasanya dilakukan oleh para pengurus yang masih berstatus santri dan memiliki kewenangan di bidang keamanan dan ketertiban. Kesempatan ini diterapkan ketika para santri memiliki kesalahan atau melanggar peraturan.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Bentuk-bentuk kekesaran yang sering dilakukan oleh santri senior atau pengurus ialah dengan cara dipukul, dicambuk, dicubit, dan lain sebagainya. Sehingga, kesan yang terjadi kepada santri khususnya santri baru adalah pesantren merupakan suatu tempat yang menyeramkan dan tidak menyenangkan.

Perilaku senioritas sangat berdampak terhadap psikis yang dialami oleh santri. Mungkin ada beberapa santri yang menemukan jati dirinya sebagai santri dengan perilaku seperti itu, tapi tidak dapat dimungkiri juga banyak sekali santri yang mengalami stres, depresi ringan, bahkan kecemasan yang berulang-ulang dengan adanya kejadian-kejadian yang seharusnya tidak diterapkan di pondok pesantren.

Tinggalkan Balasan