Reorientasi Islam (3/Habis)

Dengan memfokuskan pada pribadi dan komunitas di tingkat akar-rumput, gerakan-gerakan ini menekankan pada transformasi masyarakat lewat pendidikan agama, serta reformasi moral dan sosial. Jadi, di samping menyebarkan agama, organisasi-organisasi dakwah terlibat dalam pendidikan (sekolahan, penitipan anak, sanggar-sanggar remaja), penerbitan dan penyiaran agama, program-program ekonomi (bank-bank Islam, rumah-rumah investasi, perusahaan-perusahaan asuransi), dan layanan-layanan sosial (rumah sakit, klinik, lembaga bantuan hukum).

Meskipun program-program mereka ditujukan kepada kaum muda maupun tua, gerakan pemuda merupakan daya dorong organisasi-organisasi dakwah. Organisasi-organisasi mahasiswa terdapat di negeri-negeri Muslim. Dengan aktif di sekolah-sekolah dan universitas-universitas, mereka didedikasikan untuk menghasilkan generasi pemimpin baru di pemerintahan, birokrasi, profesi-berorientasi modern tetapi Islam, tidak sekular.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Dalam hal ini, mereka berkarya untuk perubahan sosial dari dalam sistem negara. Pada saat yang sama, aktivisme politik dan sosial Islam telah menjadi kekuatan yang terlembagakan dalam arus utama masyarakat. Para kandidat Islam memegang jabatan-jabatan di tingkat kabinet dan terpilih sebagai anggota parlemen,walikota, dan pejabat pemerintahan di negeri-negeri semisal Tunisia, Aljazair, Mesir, Sudan, Libanon, Turki, Pakistan, Yaman, Kuwait, Malaysia, dan bahkan Israel. Turki yang sekular sudah pernah memiliki perdana menteri Islamis untuk pertama kalinya (1996-1997), mantan perdana menteri Malaysia adalah pendiri gerakan Islam terkemuka di Malaysia, dan memiliki presiden yang seringkali disebut sebagai seorang Islamis.

Islam juga terbukti menjadi kekuatan sosial yang potensial dalam masyarakat sipil. Lembaga-lembaga yang diilhami Islam berkembang biak. Para Islamis memenangkan pemilihan ketua asosiasi profesi mulai dari organisasi mahasiswa, sampai dengan organisasi dokter, pengacara, dan insinyur.

Saat ini suatu elite baru telah lahir, di samping masih adanya kelompok-kelompok keagamaan yang lebih konservatif dan modern sekular, di tengah-tengah masyarakat Muslim. Mereka ini berpendidikan modern namun berorientasi Islam, memiliki komitmen untuk melakukan perubahan negara dan masyarakat lewat cara-cara non-kekerasan dan dari akar rumput.

Pertumbuhan, perkembangbiakan, dan meningkatnya kecanggihan gerakan dakwah akan terus membantu perkembangan revivalisme agama yang fokus utamanya untuk menghasilkan Muslim yang lebih baik dan masyarakat yang lebih baik. Namun demikian, organisasi-organisasi Islam, seperti ditunjukkan oleh sejarah, dapat berubah dengan mudah dari gerakan sosial menjadi gerakan politik, untuk perbaikan sosial dan moral menjadi aktivis politik militan dan revolusioner, ketika keadaannya menuntut demikian. Wallahu A’lam…

Tinggalkan Balasan