Robohnya Sekolah Kami

Rasanya, untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut sebenarnya tak diperlukan adanya analisis data yang jelimet. Sebab, dari pandangan mata saja sudah tersuguh jawabannya. Bahwa, begitu banyak masjid dan musala di wilayah Kota Depok sehingga orang tak akan kesulitan untuk menemukan tempat ibadah. Ibaratnya, kita berjalan merem saja sudah pasti akan terantuk masjid atau musala. Di Kukusan, tempat saya tinggal yang tak jauh dari Jalan Margonda, dalam radius 500 meter saja ada lebih dari 5 masjid, belum termasuk musala.

Kalau mau data juga ada. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2021 tercatat jumlah masjid di Kota Depok sebanyak 387 bangunan, sementara musala ada 83 bangunan. Di Kecamatan Beji, tempat SDN Pondok Cina 1 berada, terdapat 43 masjid dan 17 musala. Jadi, kalau alasannya Depok kekurangan masjid dan orang sulit menemukan tempat salat ketika berada di sepanjang Jalan Margonda, rasanya hampir bisa dipastikan mengada-ada.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Yang justru kurang di Depok adalah jumlah sekolahan. Lihatlah data-data ini. Saat ini, di Depok terdapat 237 SD negeri —bandingkan dengan jumlah masjidnya. Sementara itu, jumlah SMP negeri cuma 27. Data ini menunjukkan adanya ketimpangan yang tajam. Dampaknya sangat serius.

Tren data ini terus berlanjut ke jenjang yang lebih tinggi. Sementara jumlah SMP negeri hanya 27, jumlah SMA negeri malah cuma 16 dan SMK negeri 4. Artinya apa? Dengan ketimpangan data ini, maka banyak lulusan SD negeri yang tak bisa ditampung di SMP negeri dan banyak lulusan SMP negeri tak bisa ditampung di SMA/SMK negeri.

Sebagai contoh, pada 2021, misalnya, ada sekitar 2000 lulusan SD negeri yang tak bisa ditampung di SMP negeri. Dampak lanjutannya, ribuan lulusan SD negeri tersebut harus sekolah di SMP-SMP swasta atau masuk SMP di luar Depok atau tak melanjutkan sekolah. Artinya, dengan terpaksa orang tua harus memasukkan anak-anaknya ke sekolah swasta atau di luar Depok yang konsekuensinya harus mengeluarkan biaya yang jauh lebih mahal.

Tinggalkan Balasan