Dengan data-data tersebut, seharusnya Pemerintah Kota Depok lebih mengutamakan dan mendahulukan penyediaan insfrastruktur pendidikan bukan malah menggusur sekolah dan menyegerakan pembangunan masjid yang jumlahnya sudah sangat banyak itu. Sebab, yang diamanatkan konstitusi kepada pemerintah, termasuk pemerintah daerah, adalah menyediakan pendidikan yang terbaik bagi warganya, alih-alih membangun tempat ibadah. Itulah kenapa sedikitnya 20 persen dari total anggaran negara/daerah harus dialokasikan untuk kepentingan pendidikan.
Apa yang dialami pada SDN Pondok Cina 1 ini sesungguhnya bukan femomena yang hanya terjadi di Kota Depok. Di banyak daerah terjadi kecenderungan yang sama, di mana pemerintah daerah seakan berlomba dalam membangun masjid-masjid atau tempat-tempat ibadah yang megah namun abai pada kualitas penyelenggaraan pendidikan. Dalam derajat tertentu, malah, pemerintah daerah sering bertindak seperti ormas keagamaan ketimbang sebagai penyelenggara negara.

Fenomena ini justru mengkhawatirkan generasi masa depan Indonesia, termasuk generasi muslim. Sebab, tanpa memperoleh pendidikan yang layak dan terbaik, anak cucu kita tak akan mungkin mampu bersaing dengan bangsa-bangsa lain yang memiliki tradisi pendidikan sangat maju dan modern. Hanya dengan pendidikan terbaik dan ilmu pengetahuan manusia bisa memperoleh kemajuan dan membangun peradaban maju. Jika pendidikan kita tertinggal, kita akan dilindas oleh bangsa-bangsa lain.
Karena itu, untuk melihat masa depan bangsa Indonesia, atau masa depan generasi muslim Indonesia, lihatlah pendidikan yang mereka peroleh hari ini. Jika menginginkan masa depan gemilang anak cucu kita, maka sedini mungkin kita harus memberikan pendidikan yang terbaik bagi mereka. Yang perlu dilakukah salah satunya dengan memperbanyak tempat-tempat belajar, membuka akses pendidikan seluas-luasnya, bukan malah sebaliknya. Jika sekolah saja dirobohkan begitu mudahnya, itu sama artinya kita sedang merobohkan masa depan anak cucu kita.
