RUDIRA MENGALIR SIA-SIA
Para peramal masa depan telah dikultuskan
Oleh awam-awam desa arkais nan usang
Wejangannya selalu sakti
Bak wahyu ilahi yang bahaya untuk diingkari

Datanglah jiwa-jiwa yang tak pernah sumarah
Padahal sudah rimpuh
Mengejar harsa-harsa yang tak kekal
Bersama kesedihan seluas tanjung enim
Diambilnya anala yang panasnya membakar relung jiwa
Ditiupkannya oleh peramal masa depan
Dibacakannya mantra-mantra mandraguna
Terkabullah permohonan awam-awam
Rudira awam-awam itu selalu merah menyala
Kali ini telah redup ditiup bisikan kekolotan dan setan-setan
Sayangnya harus mati di jalan yang tak benar
Ditangisi pun tak mampu menghapus dosa yang lampau
RUMAH DI JIWAMU
