JIKA KAU HENDAK PULANG
Tak perlu tergesah pulang
Sebab takut tertutup pintu pembatas
Di kelambu malam
Rumah kita sudah tak berpintu
Kau yang merusaknya dulu
Silahkan masuk saja.
Di dalam selalu tersaji:
Sari-sari bunga bangkai
Yang kau tanam di pekarangan
Sepotong hati panggang yang bari aku panaskan dari tungku perapian
Dan secangkir air mata
Jika kau hendak meratap
Tapi matamu kehilangan tempias.

Annuqayah, 2022.
SEKARAT 1
Sungguh!
Telah kutebusi segala obat pereda sakit
Agar kecewa yang menggerogoti ini dada
Berhenti membuatku terkapar
Dan hampir aku musyrik
Sebab setiap detak selalu saja engkau.
Lubangsa Putri, 2022.
