Saat Gawai Menggantikan Buku

Gawai saat ini telah menjadi teman setia bagi para pelajar. Ia menemani mereka sejak pagi hari saat mata terbuka hingga malam hari ketika mata lelah menatap layar. Tanpa disadari, tangan terus menggulir layar. Notifikasi muncul silih berganti. Video-video pendek terus bermunculan. Dunia digital memanjakan mata dan mengalihkan perhatian dari waktu.

Namun sayangnya, dalam guliran yang tak pernah berhenti itu, pelajaran sering kali terabaikan. Buku-buku yang seharusnya dibaca malah menumpuk. Tugas-tugas yang seharusnya diselesaikan justru ditinggalkan demi sekadar “scroll sebentar lagi.” Kenyataannya, “sebentar” itu berubah menjadi berjam-jam.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Dahulu, seorang pelajar akan menundukkan kepala karena serius membaca kitab atau buku pelajaran. Kini, kepala tertunduk bukan karena mencari ilmu, melainkan karena layar ponsel. Waktu belajar telah bergeser menjadi waktu bermain. Fokus pun terkikis sedikit demi sedikit, hingga akhirnya hilang sepenuhnya.

Padahal, waktu adalah anugerah yang tidak akan kembali. Imam Hasan al-Bashri pernah menyatakan, “Wahai anak Adam, sesungguhnya engkau hanyalah kumpulan hari. Setiap kali satu harimu berlalu, maka sebagian dari dirimu juga pergi.” Sayangnya, banyak pelajar saat ini menghabiskan hari-hari mereka tanpa makna, hanya karena terjebak dalam dunia maya.

Tinggalkan Balasan