Saksi Mata

“Kamu hanya membenarkan saja kalau laki-laki itu yang melakukan penembakan. Dia sudah mau mengakui. Jadi tidak aka ada masalah!”

“Kenapa bisa begitu pak!”

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

“Kamu tak perlu tahu, kecuali ingin terlibat lebih jauh dengan masalah ini dan ingin merongrong wibawa polisi dan negara!”

Kusno langsung bungkam. Nyalinya semakin menciut.

***

Hari memberi kesaksian di pengadilan pun tiba. Setelah duduk beberapa menit di ruang tunggu, Kusno diminta memasuki ruang sidang.

Dia berjalan perlahan dengan jantung berdetak cepat. Ini pengalaman pertamanya mengikuti sidang. Bayangan akan dicecar beragam pertanyaan membuat nyalinya ciut juga.

Tinggalkan Balasan