Saksi Mata

Dan ketika tiba di pintu ruang sidang, dia berhenti sejenak. Dilihatnya para pengunjung begitu banyak dan tatapannya tertuju padanya. Kusno langsung menunduk, dan polisi yang mengawalnya memintanya untuk masuk dan duduk di kursi saksi yang sudah menunggu.

Dengan perlahan dia letakan pantatnya sambal menghela napas panjang. Sejurus  kemudian Kusno mengangkat muka, matanya menatap hakim yang sudah duduk di hadapannya. Kusno langsung tersentak dan gemetar. Dia merasa pernah melihat sosok sang hakim.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

“Saudara saksi, apa Saudara siap memberi keterangan di bawah sumpah!”

Kusno terdiam, badannya gemetar. Kusno berusaha meredakan detak jantungnya yang cepat bertalu.

“Saudara saksi, apa Saudara siap memberi keterangan di bawah sumpah!”

Kusno tergeragap oleh suara hakim yang menggelegar. “Siap, Yang Mulia Hakim!”

Sang hakim langsung tersenyum sambil menatap Kusno, sementara badan Kusno semakin gemetar. Dia ingat benar, bahwa sang hakim itulah lelaki yang disaksikannya menarik pelatuk yang menewaskan perempuan di malam naas itu.

Tinggalkan Balasan