Tanggal enam belas
Tepat saat malam aku menanggalkan wajahmu
Dalam kalender puisi ini, setelah hari-hari
Yang berlalu pergi tanpa ada dalam setiap
Kata dan bait-bait puisi. Hanya saja, aku
Tak pernah lupa bahwa januari ini adalah
Hari di mana aku punya mimpi
Menjadi rumah
Engkau mengadu penat untuk terakhir kali
Pangabasen, 2022.

SEBUT SAJA AKU
Salam kepada pendiri malam
Yang merebahkanku di keheningan suram
Sebentar kautumbuhi jiwa
Dengan linang bening
Lantas Tuhan akan menemuikau di balutan
Sedih maka sebut saja aku
Bukankah rindumu kubawa pergi?
Bukankah harimu suram dalam petang?
Ya, sebut saja aku
Biar tangan Tuhan kuraih
Dari raut wajahmu lalu damainya
Akan aku persembahkan padamu
Pangabesen, 2022.
MENUJU KEBERANGKATAN
