Fahrul Umam mengatakan, “Untuk acara hari ini, FKMA mengerahkan sepuluh tenaga sukarela. Ponpes ini juga luas dan terbagi ke dalam blok-blok, sehingga agak sulit menyelesaikannya. Perkiraannya, kami akan menghabiskan seribu liter cairan disinfektan untuk menyiapkan ponpes yang steril dan siap dimasuki oleh santri pada tahun ajaran baru ini.”
Program ini selanjutnya akan bergulir. FKMA juga akan menyiapkan pesantren agar secara fisik siap menghadapi New Normal dan untuk selanjutnya proses belajar mengajar untuk membentuk manusia nahdliyin yang baik akan dapat diwujudkan.

