Santri, Akhlak, dan Tasawuf

Santri seringkali dijadikan panutan oleh masyarakat sekitar. Tingkah laku santri yang tidak sesuai dengan etika kehidupan akan dinilai lebih buruk (negatif) daripada orang-orang di luar santri. Hal ini disebabkan oleh faktor identitas bahwa santri menimba ilmu agama di sebuah pondok pesantren. Di dalam ilmu agama (Islam), tingkah laku santri menjadi urgen dan dinilai lebih utama untuk dijadikan martabat sosial.

Sebagai seorang santri harus memiliki nilai etika yang luhur daripada lainnya. Disadari atau tidak, santri harus bisa membawa diri sekaligus membawa masyarakat ke kondisi akhlak sosial yang lebih baik. Kecenderungan masyarakat, juga berharap banyak terhadap santri agar mereka menjadi pioner di tengah masyarakat dan kehidupannya. Maka tidak dapat dihindari dan dimungkiri bahwa kesantrian di tengah masyarakat masih menjadi panutan untuk dijadikan sandaran persoalan keislaman.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Mengutip John Saliba, ia mengatakan bahwa agama (baca: pesantren, santri) menjadi kekuatan integrasi, suatu ikatan yang mempersatukan serta memberi kontribusi terhadap stabilitas sosial dan kontrol sosial juga berkontribusi terhadap preservasi pengetahuan (John Saliba, 2003:148). Lebih jauh, seorang santri menjadi harapan di semua lini kehidupan. Hal ini tercermin dari peran pesantren dalam kehidupan, utamanya pengetahuan. Maka santri menjadi niscaya untuk berkontribusi di semua lini kehidupan, di masyarakat dan di pemerintahan.

Santri dan Tasawuf

Di sisi lain, sufisme atau tasawuf adalah bagian ilmu yang juga dipelajari selama berada di pondok pesantren. Sufisme atau tasawuf merupakan bagian ilmu untuk mengetahui bagaimana cara menyucikan jiwa, menjernihan akhlak, membangun lahir dan batin serta untuk memperoleh kebahagian yang abadi.

Tasawuf pada awalnya merupakan gerakan zuhud dalam Islam, dan dalam perkembangannya melahirkan tradisi mistisme Islam (wikipedia). Menurut Dr Achmad Bahrur Rozy, dosen tetap STITA Aqidah Usymuni Sumene Madura, mengutip dari Syeh Makruf Alkaruhie, tasawuf merupakan representasi dari Alahdzu bil haqaiq wal ya’su minal khalaiq, mengambil yang hakiki dan menanggalkan yang palsu.

Tinggalkan Balasan