Kehadiran narasumber yang selama ini kompeten di bidang masing-masing memberi energi produktivitas dan kreativitas para santri. Mereka diajak melihat kehidupan sehari-hari dari sudut pandang yang baru, menemukan keindahan dalam kesederhanaan. Dalam materinya, Mahwi berhasil menyalakan api semangat dalam diri para santri, memotivasi untuk menulis kisah yang mereka alami sendiri.
Kemudian, Mustafa Ismail mengambil alih dengan keterangan yang menenangkan. “Menulis adalah cermin jiwa,” katanya, “setiap kata adalah refleksi dari perjalanan batin kalian.”

Penyair yang juga jurnalis itu menekankan pentingnya istikamah dalam menulis. Ia mengajak para santri untuk menjadikan menulis sebagai bagian dari rutinitas mereka, sebuah proses yang membantu mereka memahami diri sendiri dan dunia di sekitar mereka.
Pada acara itu, dalam sambutannya, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum MA Unggulan Al Imdad, Puji Astuti, menegaskan pentingnya peningkatan literasi.
