Sabrina Hasyyati Maizan dkk, dalam artikel jurnalnya Analytical Tehory: Gegar Budaya (Culture Shock) (2020) mendefinisikan, culture shock adalah reaksi individu yang timbul ketika memasuki lingkungan yang memiliki budaya berbeda dari budaya asalnya. Reaksi itu menampilkan perasaan cemas, bingung, ketidaknyamanan, dan tertekan karena mereka tidak tahu bagaimana seharusnya berperilaku di lingkungan baru tersebut. Individu itu kemudian menarik diri dari interaksi sosial dan memandang lingkungannya secara negatif.
Hal ini selaras seperti uraian Zahrotus Sa’idah dalam bukunya, Komunikasi Antar Budaya: Pemahaman dan Teori (2023), ketika seseorang mengalami culture shock, maka akan memunculkan reaksi-reaksi dari dirinya; pertama, rasa penolakan; kedua, merasa kehilangan arah; ketiga, memusuhi lingkungan baru; keempat, gangguan lambung dan sakit kepala akibat stress; kelima, rindu rumah atau lingkungan lama (homesick); keenam, rindu teman atau keluarga; ketujuh, merasa hilang status; dan terakhir, kedelapan, menarik diri dari lingkungan baru.

Seperti yang telah dijelaskan di atas, culture shock muncul saat masuk di lingkungan budaya baru yang kontras dari tempat muasal. Menghimpun pendapat para ahli dari berbagai sumber, setidaknya terdapat enam jenis/kategori musabab terjadinya culture shock; pertama, kategori bahasa; kedua, kategori makanan; ketiga, kategori cuaca; keempat, kategori sikap; kelima, kategori ekonomi; dan, keenam, kategori ketertiban atau peraturan.
Faktor bahasa merupakan pemicu paling dominan yang menjadikan individu mengalami culture shock. Misalnya, orang yang berasal dari Sunda dan lazim berbahasa Sunda, ketika pindah ke lingkungan baru maka ia harus menyesuaikan lagi dengan bahasa daerah setempat. Selanjutnya, bentuk culture shock-nya karena persediaan makanan, beda tempat maka akan beda pula jenis makanan yang disediakan. Kemudian dari segi cuaca juga menyebabkan culture shock, individu yang biasa berada di dataran rendah (cuaca panas) kemudian migrasi ke dataran tinggi yang notabene cuaca dingin, akan menimbulkan ketidaknyamanan pada diri.
