“Total ada 64 pondok pesantren di Kajen dan sekitarnya. Meski kemarin ada satu pondok yang kena Corona, yang lain tetap kondusif,” kata KH Ulil Albab Muhibbi kepada wartawan pada Senin (10/8/2020).
Terpisah, Ketua Majelis Ulama Indonesia Jawa Tengah KH Ahmad Darodji, mengatakan, pesantren-pesantren di Jateng sebenarnya sudah berupaya menerapkan potokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19. Namun, ia mengakui santri kesulitan menerapkan jaga jarak. Dia menjelaskan, pada mulanya kasus Covid-19 santri di Pati berasal dari luar pesatren. Begitu ada satu santri yang terpapar terus menular ke santri-santri lain.

Menyikapi adanya kluster baru penularan Covid-19 ini, Bupati Pati Haryanto, mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk dengan pihak pengurus pondok, untuk memulangkan dulu seluruh santri agar tidak tertular.
“Diputuskan bahwa santri yang negatif Covid-19 harus dipulangkan ke daerah asalnya masing-masing. Tujuannya agar pondok pesantren mereka betul-betul steril kembali,” katanya. Sementara itu, santri dari luar Jawa yang belum bisa pulang akan ditempatkan di lokasi steril di luar pondok hingga ada pihak keluarga yang menjemput.
