Pada 2012, Santan atau Santri Tani bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Bogor, Jawa Barat, membudidayakan pertanian organik. Santri-santri dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Yogyakarta, Lampung, dan Banten belajar pertanian organik. Mereka berbagi sayuran organik kepada masyarakat di kota Bogor, Sukabumi, Jakarta, dan Bekasi untuk memperkenalkan dan mempromosikan pertanian organik.
Pesantren Rubat Mbalong Ell Firdaus Tambaksari, Cilacap, Jawa Barat, menyelenggarakan beberapa kegiatan untuk mendukung pertanian, seperti pelatihan wirausaha olah singkong menjadi mocaf (modified cassava flour) pengganti terigu, doa bersama untuk keberhasilan program biogas, dan budidaya jerami untuk pakan sapi. Mocaf, karena tidak mengandung zat gluten, lebih sehat daripada tepung terigu.

Pesantren ini diasuh oleh KH Muhammad Achmad Hasan Mas’ud. Beliau pernah nyantri di Pesantren Minhajul Tulab Paras Gempal Sumber Beras Muncar Banyuwangi, Pesantren Maslakul Huda Kajen Pati, Pesantren Hidayatul Tulab Petuk Kediri, dan Rubat Tarim Hadramaut Yaman.
Iip Irpan, saat nyanti di Pesantren Riyadlul Huda Ngamprah Bandung, pernah mengikuti orientasi agribisnis pondok pesantren se-Jawa Barat di Ciwidey, Bandung. Santri milenial ini menjadi pelopor pertanian organik di Desa Padakembang, Tasikmalaya. Ia mengembangkan pengolahan limbah padat dan cair hasil limbah peternakan. Limbah cair diolah menjadi pupuk organik cair. Limbah padat dibuat dekomposan, kemudian dikembangkan menjadi pupuk organik padat dan probiotik. Probiotik bisa digunakan sebagai campuran pakan supaya ternak sehat.
