Iip, dari pertanian organik, memproduksi buncis kenya untuk pasar ekspor. Untuk menjaga keberlangsungan dan pengembangan pertanian organiknya, ia mengembangkan paket teknologi pestisida nabati, temuan buncis lebih cepat panen, pupuk organik cair, dan probiotik limbah ternak. Ketua Kelompok Tani Bendungan II ini meraih penghargaan Petani Teladan dan Berprestasi dari Kementerian Pertanian saat dirgahayu kemerdekaan Republik Indonesia ke 74.
Sius adalah petani organik dari Desa Waturaka Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur. Katanya: “Kalau hama saja tidak mau makan sayur (yang disemprot zat kimia), masa manusia mau makan, jelas-jelas itu racun.” Begitulah cara ia menjual produk pertanian organiknya di pasar. Omzetnya mencapai Rp 8-9 juta per bulan dari hasil penjualan sayur, tomat, dan stroberi.

Pada 2009, ayah empat anak ini meraih penghargaan sebagai petani teladan tingkat Kabupaten Ende. Pada 2015, petani teladan tingkat nasional. Saat jamuan makan malam, Presdien Joko Widodo memberikannya baki berisi bendera Merah Putih.
Pertanian organik adalah teknik budidaya pertanian dengan bahan-bahan alami tanpa menggunakan bahan-bahan kimia sintetis. Pangan yang sehat dan bergizi tinggi dapat diproduksi dengan metode pertanian organik. Tanah yang subur bisa mengikat karbon sehingga mengurangi emisi karbon ke atmosfer. Kualitas udara bagus, lapisan ozon bagus, mencegah terjadinya perubahan iklim secara ekstrem. Kelestarian dan keseimbangan alam terjaga baik. Bila kualitas-kualitas ini bisa dicapai, bangsa Indonesia akan memiliki kualitas hidup yang lebih baik: kesehatan, kesejahteraan, serta masa depan yang cerah.
