Sambil memegang erat topi perangnya, Khalid menjawab, “Topi ini tidak berharga sama sekali. Namun, ada sesuatu yang berharga yang terdapat di dalamnya.”
Prajurit bertanya lagi. “Apakah gerangan yang terdapat di dalam topi itu?”

“Di dalam topi ini terdapat beberapa helai rambut mulia milik Rasulullah. Keberkahan dari beberapa helai rambut itulah yang membuat Allah senantiasa memberikan kemenangan kepadaku dalam setiap pertempuran.”
Seperti yang sudah saya sebutkan, bahwa lelaku ngalap berkah ini sanadnya tersambung hingga ke masa sahabat. Tidak ada yang janggal dan ganjil dalam perilaku yang demikian. Tapi tentu saja, mungkin kaum intelektual kontemporer masih bersikukuh bahwa budaya feodal masih berlaku di dalam pesantren.
