Dalam program ini, materi pelatihan online di antaranya meliputi Tantangan Ekonomi Indonesia dan Peran Sektor Perumahan yang disampaikan oleh Menteri Keuangan yang juga Ketua Umum IAEI, Sri Mulyani. Materi lainnya yang juga berbobot adalah mengenai kewirausahaan Islam yang diajarkan Rais Syuriah PBNU KH Masdar F Mas’udi, dan juga materi mengenai Kebijakan Perumahan di Indonesia yang disampaikan Dirjen Pembiayaan Infrastruktur PUPR – Kementrian PUPR Eko Heripoerwanto.
Menurut Pahala, pihak BTN juga melibatkan pengembang untuk memberikan materi online ataupun pelatihan di lapangan secara langsung. Dengan demikian, alumni pesantren bisa menguasai manajemen proyek perumahan dan bagaimana menjadi developer yang sukses.

Khusus untuk pelatihan offline, akan dilaksanakan setelah pandemi Corona mereda dan akan dilaksanakan selama tujuh hari. Saat pelatihan, peserta akan diajari keterampilan mendasar untuk memulai proyek perumahan, mulai dari penyusunan anggaran, rencana bisnis, strategi pemasaran, manajemen proyek dan tata cara pembebasan lahan perizinan, serta pembebasan lahan. Semua materi pelatihan offline akan diajarkan oleh Housing Finance Center (HFC) BTN, yang memang sudah berpengalaman memberikan pelatihan kepada para developer muda dan mencetak wirausaha developer.
