Santri Rahmatan lil Alamin di Era 4.0

Imam an-Nawawi memaknai selamat dari gangguan lisan dan tangannya ini dengan tidak menyakiti seorang muslim, baik dengan ucapan maupun perbuatan.

Islam rahmatan lil alamin kehadirannya di tengah kehidupan masyarakat mewujudkan rasa kedamaian dan rasa tentram sebagai rahmat bagi manusia dan alam semesta. Agama rahmatan lil alamin sebagai bentuk rahmat dan rasa kasih sayang Allah SWT, karunia dan nikmat yang diberikan kepada makhluknya di seluruh alam semesta. Di dalamnya tidak hanya menjunjung tinggi hak-hak asasi manusia, tetapi juga menjaga hak binatang dan tumbuh-tumbuhan.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Muslim memang diwajibkan untuk melaksanakan dakwah walaupun hanya satu ayat. Apalagi di era globalisasi yang serba kecukupan saat ini, banyak strategi, metode, dan media yang dapat kita lakukan untuk melaksanakan dakwah. Hadirnya media-media baru seperti media cetak, media sosial, media elektronik dan sebagainya mempercepat penyebaran aktivitas dan materi dakwah. Berbeda ketika pada zaman Rasulullah dan sahabat, media dakwah sangat terbatas hanya berkisar pada dakwah qauliyah bi al-lisan dan dakwah fi’liyah bi al-uswah ditambah dengan media penggunaan surat (rasail). Yang perlu diingat dalam berdakwah ialah harus menguasai materi dakwah yang sesuai dengan al-Quran dan al-Hadits, disampaikan dengan  etika baik, dan memakai diksi yang komunikatif.

Allah sangat murka kepada dai yang hanya menceramahi orang lain, tapi tidak mengamalkan isi dakwahnya. Metode tersebut dikenal dengan dakwah lilin: menerangi orang lain tetapi dirinya sendiri terbakar dan habis.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ كَبُرَ مَقْتًا عِندَ ٱللَّهِ أَن تَقُولُوا۟ مَا لَا تَفْعَلُونَ

“Hai orang-orang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat? Sungguh amat besar kemurkaan Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang kamu tidak kerjakan.” (QS Ash-Shaff 61: 2-3).

Dalam berdakwah Rasulullah SAW, merupakan dakwah sinergi antara kata-kata dan perbuatan nyata. Rasul selalu mengamalkan isi dalam bentuk perbuatan. Hal tersebut menjadikan Rasulullah SAW teladan sempurna bagi umatnya.

Rasulullah SAW juga berdakwah dengan mengedepankan etika seperti: kelemahlembutan, kesantunan, empati, kasih sayang, dan kesabaran. Rasul tidak pernah mencaci maki, melaknat, memarah-marahi, apalagi membohongi umatnya untuk kepentingan popularitas dan material.

Tinggalkan Balasan