Saryono dan Nasib Guru Honorer

Di Desa Sidamulya, pelosok desa Sukabumi, Jawa Barat, berdiri Madrasah Ibtidaiyah (MI) Tegal Panjang. Di sana hadir seorang guru honorer bernama Pak Saryono. Ia mulai mengajar di sana sejak 1992.

Hingga kini, Saryono telah mengabdikan dirinya selama 33 tahun sebagai pendidik. Dengan pengabdian selama itu, berapa juta rupiah gajinya?

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Ternyata, pertanyaan soal gaji itu berlebihan. Nyatanya, dengan masa pengabdian lebih dari tiga dekade, bayarannya hanya Rp 350 ribu per bulan. Bahkan, dulu pernah hanya dibayar Rp 10 ribu per bulan. Jumlah yang bahkan tak bakal cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup satu minggu, apalagi sebulan.

Sebagai kepala keluarga yang terdiri dari istri, anak, dan dua kakak ipar berkebutuhan khusus, Rp 350 ribu bukanlah uang yang cukup. Sehingga Pak Saryono harus mencari penghasilan tambahan dengan bercocok tanam. Sang istri pun tidak tinggal diam, membuka warung soto dan karedok di rumah.

Kisah Pak Saryono bukanlah kisah tunggal. Ia adalah representasi dari ribuan, bahkan ratusan ribu guru honorer di Indonesia yang hidup dalam ketidakpastian.

Tinggalkan Balasan