Saryono dan Nasib Guru Honorer

Berdasarkan data Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), pada tahun 2023 tercatat ada lebih dari 700.000 guru honorer yang tersebar di seluruh pelosok negeri. Miris, sebagian besar di antaranya menerima gaji jauh di bawah Upah Minimum Regional (UMR).

Pertanyaannya: bagaimana mungkin seseorang yang mengemban tugas mencetak generasi masa depan, justru diperlakukan dengan perlakuan yang jauh dari kata layak?

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Menurut UNESCO, pendidikan yang berkualitas sangat tergantung pada kualitas guru. Namun kualitas guru tidak akan tumbuh jika kesejahteraan mereka diabaikan. Dalam laporannya, UNESCO menegaskan bahwa guru yang diberi pelatihan, jaminan kerja, dan penghasilan layak akan lebih mampu memberikan pengajaran yang bermakna dan inspiratif (UNESCO Global Education Monitoring Report, 2022).

Pemerintah memang telah mengupayakan rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sebagai solusi jangka menengah. Namun proses ini belum merata dan tidak semua guru honorer berhasil lolos karena berbagai faktor administratif dan teknis.

Pak Saryono sendiri mengaku pernah mencoba mengikuti seleksi PPPK, namun terbentur usia dan persyaratan administratif yang rumit. Meski begitu, ia tetap datang setiap hari ke sekolah dengan semangat penuh bersama motor tuanya yang sering mogok ditengah jalan.

Tinggalkan Balasan