Ragam serat seperti Serat Jaya Baya, Serat Cebolek, Serat Hidayat Jati, dan lain sebagainya adalah bagian utuh dari sastra pesantren yang tidak hanya indah pada bahasanya, tetapi juga mendalam pembahasannya. Ragam isi yang disampiakan juga menjadi bentuk dari adanya mutidisiplin keilmuan itu sendiri.
Dengan demikian, sastra adalah bagian penting yang ada di dalam pesantren, dan sastra secara substansi bukan perkara keindahan bahasanya semata, melainkan keindahan hubungan timbal balik baik di dalam pesantren itu sendiri, atau dengan lingkungan di luar pesantren.

Maka, tidak salah, ketika pesantren dikatakan sebagai ruang yang memiliki multidisiplin pengetahuan. Bukan hanya perihal pengetahuan agama semata, melainkan juga tentang nilai-nilai dan komunikasi sosial yang dibangun melalui pendewasaan akal budi. Sedangkan, sastra adalah bagian terpenting dari proses pendewasaan itu.
Baik secara tekstual ataupu kontekstual, nilai-nilai yang ada di pesantren adalah wujud dari kristalisasi pengetahuan. Sehingga mampu masuk ke dalam ruang-ruang kehidupan sosial. Sastra di pesantren menjadi bukti bahwa akal budi manusia adalah tentang sikap sosialnya. Sedangkan, sikap religiusnya terletak pada personalnya. Selebihnya adalah sikap sosial. Maka tidak bisa dipertentangkan antara sastra dan kondisi sosial. Karena dengan sastra, kondisi sosial bisa terekam dan tersampaikan.
Inti dasarnya adalah tentang kemaslahatan. Seperti halnya kemanusiaan, kemaslahatan menjadi orientasi sosial dari dalam pesantren, sebagai gerak keluar. Dengan sastra, pesantren turut mewarnai perkembangan sosial. Turut memberi sumbangan pendewasaan mental dan kepekaan. Dalam konteks gerakan, sastra adalah bagian dari keberpihakan. Di mana, pesantren, jika kita mengulik kembali sejarahnya, ia adalah ruang pendidikan yang berpihak pada kemanusiaan.
Kiai Hasyim Asy’Ari, Mbah Wahab Chasbullah, Kiai Ahmad Dahlan, dan lain sebagainya adalah contoh di mana pesantrennya adalah ruang keberpihakan. Paling tidak pada sisi gerakannya yang sampai hari ini, baik secara kultural maupun struktural, menjadi bagian penting pada perkembangan kondisi sosial hari ini.
