“Jurang inilah yang coba dijembatani oleh Semaan Puisi, sebagai upaya untuk mengisi kekosongan tersebut dengan menghadirkan sastrawan terkemuka Jamal D Rahman,” tandas Angin.
Jamal D Rahman bukan hanya dikenal luas sebagai penyair yang karyanya telah diterjemahkan ke berbagai bahasa tetapi juga sebagai intelektual yang intens menulis catatan kebudayaan di majalah Horison, tak terkecuali tentang kritik sastra. Kehadiran sosok yang pernah mengkampanyekan pentingnya membaca dan menulis lewat program Sastrawan Bicara, Siswa Bertanya (SBSB) ini diharapkan dapat membuka cakrawala baru tentang masa depan kritik sastra di Tanah Air.

Menurut Angin, forum diskusi buku ini menjadi ajakan terbuka bagi siapa saja yang peduli dan ingin terlibat dalam merawat denyut jantung literasi Indonesia.
