Kajian kitab yang dilaksanakan di saung ini merupakan bagian pembelajaran sepanjang hayat. Karena mencari ilmu itu tidak dibatasi oleh usia. Dalam sebuah ungkapan ahli hikmah dijelaskan, “Uthlubul ilma minal mahdi ilallahdi, carilah ilmu dari buaian (ibu) hingga ke liang Lahat.” Selain itu, di dalam kajian kitab ini juga terdapat nilai silaturrahmi. Lebih dari itu, pengajian kitab Hidayatul Hidayah ini mengusung tema “Kembali ke pesantren,” karena dilaksanakan di area Pesantren Annuqayah.
Ngaji kitab Bidayatul Hidayah diikuti oleh para santri senior dari berbagai kalangan. Sedikitnya tidak kurang dari 30 alumni yang aktif mengikuti kajian kitab ini. Ada antusiasme peserta pengajian karena selain mendapatkan keilmuan juga ada nostalgia untuk kenangan pada saat mondok dulu. Ada juga yang ikut mengaji sambil menjenguk (ngerem) anaknya yang masih aktif menimba ilmu di pesantren yang didirikan oleh Kiai Syarqawi dari Kudus Jawa Tengah. Jadi ada beberapa hikmah dari adanya pengajian ini Yang dapat dirasakan oleh para peserta pengajian.

Itulah pelaksanaan pengajian kitab Bidayatul Hidayah kali ini yang dilaksanakan setiap Rabu keempat setiap bulannya. Diharapkan pada pengajian berikutnya kami diberi kesempatan dan kesehatan untuk mengikutinya. Diharapkan pula bahwa ke depan semakin banyak santri senior atau alumni yang ikut dalam pengajian ini. Meski kebanyakan peserta pengajian dari para alumni, namun tidak menutup kemungkinan para simpatisan juga diberi keleluasaan untuk mengikuti kajian kitab kuning ini. Wallahu A’lam!
