SECANGKIR KOPI EMAK
Mak, di cangkir kopimu kutemukan telaga
Membuatku candu, lalu tergoda
Kopi yang selalu mengetuk subuh
Dan menjelma rindu ketika kita jauh

Aku tak pernah lupa oleh kopimu
Selalu larut dalam hitamnya saban waktu
Di dada, pahit manis lantas berdebur
Namun kopimu selalu mengajakku bersyukur
Di secangkir hitam itu kujumpai puisi
Terasa nikmat mencumbui hati
Kata-kata itu tampak tenang
Dalam hitamnya yang arang
Mak, terima kasih atas kopimu
Tempat merebah jiwaku yang biru
Gapura, 30 Juli 2021.
