MENGANTARMU KE PERISTIRAHATAN
Hati ini sebenarnya berat berbatu
Menyebut di keranda itu adalah dirimu
Walau tetap memasang wajah getir
Kuajari tangis senantiasa berdamai dengan takdir

Tanah lembab sehabis hujan
Pipi basah setelah tangisan
Dengung tahlil mengiringi setiap tapak kaki
Mengetuk rongga dada yang sunyi
Lantas wajah senjamu makin kuingat
Di benak, kau begitu pekat
Sepanjang jalan menuju abadi
Zikir menuntun jariku memetik tasbih
Merangkai harap dengan doa
Agar jiwamu direstui semesta
Kusiapkan rasa ikhlas untuk dirapal
Hingga diri tak lagi dihujam sesal
Meski sesekali lamunan berkata
Ragamu masih tetap sama
