SECANGKIR KOPI MENYAMBUT JULI

Secangkir kopi dihidangkan oleh pramusaji (yang) buru-buru pergi melihat pelanggannya dengan manik mata lebih pekat dari kopi sepat yang baru saja dibuat oleh barista kebanggaan kedai itu.

Sementara barista kebingungan, si empunya manik mata pekat hanya tersenyum sumbang.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Konon, kedai itu adalah yang terbaik di Ibu kota. Kopinya pekat; khas campuran pahit manis kehidupan.

Ini bulan baru; Juli di hari pertama. Sayangnya, ia–si empunya manik mata pekat–tertipu oleh isu betapa dahsyat kedai ini memanggil rindu bagi mereka yang kehilangannya. Nyatanya, hingga kopi itu habis tak ada rindu yang sanggup ia rasakan. Masih se hampa saat pertama kali masuk ke kedai ini.

II. Juli; Eksistensi

Tinggalkan Balasan