*Cerita 5*
Syahdan,

Tidak ada yang sederhana dari sajian secangkir kopi. Terlebih aku telah bersusah payah menjadi barista sekaligus pramusaji; Hanya untuk menemuimu di sebuah simpang perjalanan.
*Cerita 6*
Lalu, di ujung langit manakah kita akan bertemu? Sebagai tamu, atau dalam satu titik temu?
SURGA DI ATAS SAJADAH
Suatu kali aku melihat di matamu ada rumah yang menawarkan teduh. Lupa kutanya siapa sang empunya.
Sementara di lain waktu kulihat tatapmu penuh binar bahagia yang mengalahkan penerangan lampu neon di keramaian pasar malam. Tak sempat kutanya kau peroleh dari mana.
Tiap kali kusempatkan melihat lebih jauh pada manik matamu, selalu ada yang luar biasa memikat di sana. Meski acapkali disayangkan, tak sanggup kutanya lebih jauh tentangnya.
Hingga suatu waktu kau berbisik
“Ada surga di atas sajadah,”
“banyak yang dapat kau pinta dan ambil secara cuma-cuma di sana”
