Begitulah sejarah. Ia tak pernah hadir dengan kesempurnaannya. Ia hanya berusaha hadir seperti apa adanya. Jujur dan adil dalam menerima kenyataan sejarah akan menunjukkan siapa kita. Dan itu, seperti diingatkan Solzhenitsyn, bisa menyebabkan hilangnya sebelah mata, atau malah keduanya.

Mantab nian, opini yg sangat mendalam tentang sejarah!