SEKUNCUP KAMBOJA DI UJUNG SENJA
Senja ke-19 di bulan 8 tahun 17
Memupuk sunyi dalam setiap tetes cinta
Menebar rindu dan menjelmakan suka cita
Berubah cepat menjadi duka cita
Sanubari pun mulai tenggelam dalam gulita

Wahai penguasa senja
Cukupkah sekuncup kamboja untuknya
Akankah dia sumringah dalam bahagia
Masihkah dia menatapku dengan cinta
Karena aku yang akan selalu setia
Senja ke-19 di bulan 8 tahun 17
Kini aku rindu padanya
Pada sang pemilik jiwa tak berdaya
Sesak yang kutahan dalam bahaya
Kini berjelaga bersama angin maya
