Sumenep, 31 Desember 2022.
SUBUH PERTAMA DI JANUARI

Adzan menyelinap ke segala ruang rindu
Mendatangi satu-satu bisikan para pendoa
Mengabarkan kelahiran Januari, tanpa terompet Isrofil
Dingin meringkuk hening di balik jendela
Subuh ini kelihatannya sama,
Embun tetaplah berwujud kesetiaan
Yang mendampingi dedaunan hingga fajar bertandang
Lalu pergi mengasingkan diri, untuk kembali lagi di sunyi berikutnya
Subuh kali ini basah,
Tangis pendosa tumpah menyesali tahun kemarin
Air mata pejalan merindukan pintu menuju pulang
Sementara itu, mereka yang terlelap tetap saja kehausan
Tak ada hiruk pikuk di subuh ini
Kebisingan hanya diciptakan oleh hati
Obituarium hujan adalah kenangan
Tempat kita menyulam kembali luka lampau
Sumenep, 31 Desember 2022.
