SELAMAT TAHUN BARU, ISTRIKU
Tak perlu mengabarkan Azrail
Untuk menjemput sebuah kematian
Sebab Desember akan dengan tabah
Mengantarkan kepulangannya sendiri

Selamat tahun baru, istriku
Januari akan bertandang di dadamu
Ia akan menguncupkan segala luka masalalu
Dan merapal segala cinta di setiap tubuh kita
Dengan wajah bertudung mukenah
Dan tasbih mengitari jemari yang lentik
Kau juga mengantarkan Desember menemui Tuhan
Sementara hujan, masih menjadi bahasa duka
Kita tak perlu menghitung mundur kepergian
Sebab di tubuhmu, angka-angka itu abadi
Kadang memang tampak berantakan
Namun kau menyusunnya kembali menjadi kesetiaan
Selamat tahun baru, istriku
Gerimis menetes di lubuk batin
Meracau, seumpama camar yang kehausan
Seperti rinduku yang ramai tanpa debar dadamu
Desember kita akan berpulang dengan manis
Tak perlu risau kau menunggunya pergi
Doa-doamu akan selalu menjadi kehangatan
Bahkan untuk para pejalan yang kedinginan
