Semarak Dunia Santri Digital

Menyambut HARLAH (Hari Lahir) duniasantri yang bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Indonesia, saya punya banyak harapan mengenai peran media dalam memajukan pondok pesantren dan ulama nonpopuler untuk dimunculkan di dunia maya. Saya yakin banyak santri yang sepakat bahwa di Indonesia punya banyak “Gus Baha” yang belum muncul di media.

Selanjutnya adalah strategi membangkitkan gairah berlitarasi di ponpes-ponpes daerah yang masih tertinggal dalam mengikuti perkembangan teknologi digital. Untuk itu, duniasantri harus bisa berafiliasi secara sosial keagamaan membantu dan berperan dalam kemajuan pondok pesantren, utamanya pondok pesantren klasikal. Namun perlu kolaborasi yang solid ditunjang dengan kekuatan modal yang stabil untuk mengadakan pelatihan atau seminar secara daring maupun luring.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Apa pun itu, sejauh ini duniasantri telah mampu menjadi wadah yang konsisten bertahan di tengah arus deras informasi digital yang banyak dibanjiri informasi SARA, clickbait, hoaks, pornografi, dan radikalisme. Tinggal menunggu momentum kemunculan santri-santri potensial yang dapat dilihat dari cara pandang dalam menulis dan mengungkap problematika nasional.

Santri harus punya motivasi “memamerkan” kualitas keilmuan agar tidak terdistorsi narasi-narasi radikalisme dan terorisme yang mengancam generasi milenial. Setidaknya sejauh ini, kajian pondok pesantren mampu meredam segala bentuk argumentasi radikalisme, terorisme, intoleran, hingga konsep khilafah Islamiyah.

Tinggalkan Balasan