
Setelah tugasnya selesai, The Kwan Lie tidak pulang kembali ke China, melainkan justru menetap di Cirebon. Ia kemudian malah berguru kepada Sunan Gunung Jati untuk mendalami agama Islam. Setelah menjadi murid Sunan Gunung Jati, The Kwan Lie menjadi salah satu orang kepercayaannya. Suatu hari The Kwan Lie ditugasi mengawal rombongan istri Sunan Gunung Jati melakukan perjalanan ke daerah Bali. Saat itulah, untuk kali pertama, The Kwan Lie mengenal Bali, khususnya kota Singaraja yang ada di Buleleng.
Mungkin setelah menceritakan pengalamannya itu kepada Sunan Gunung Jati, The Kwan Lie akhirnya memang mendapat perintah dari Sang Sunan untuk menyebarkan agama Islam di Pulau Bali. Untuk menunaikan tugasnya itu, The Kwan Lie diberi gelar Syekh Abdul Qadir Muhammad.

The Kwan Lie memulai misi dakwahnya dengan menyisir pesisir utara Pulau Bali, mulai dari Kabupaten Karangasem, Kabupaten Buleleng, hingga Kabupaten Jembrana. Ia bersandar di Labuan Aji, pelabuhan kecil tapi cukup sibuk saat itu. Sibuk, karena pelabuhan ini menjadi tempat transit orang-orang yang hendak melakukan perdagangan.
