Sex Education di Dunia Pesantren, Pentingkah?

Perlakuan seperti ini tentu sangat berbahaya bagi alat vitalnya maupun psikologis anak tersebut. Bahkan, yang paling ekstrem, pernah saya temukan kasus kelainan seksual hingga melakukan tindakan seperti mengintip atau merekam lawan jenis saat sedang tidur bahkan mandi. 

Alasan mereka cukup beragam, mulai dari ketidaktahuan akan bahaya pada organ vital hingga penasaran dengan organ intim orang lain. 

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Dalam masa pubertas, anak-anak sepertinya memiliki keingintahuan yang cukup dalam tentang seksual. Tapi rasanya hal ini masih cukup tabu untuk dibahas di dunia pesantren. Padahal, pengetahuan seksual sangat penting diajarkan pada anak-anak di usia-usia menginjak remaja agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. 

Saya sendiri sangat tidak menginginkan jika santri remaja mengalami kelainan seksual seperti yang banyak terjadi di luar pesantren. Harus ada antisipasi yang jitu agar para santri mengerti tentang pendidikan seks. Sehingga mereka mengetahui bagaimana risiko dan bahaya ketika melakukan tindakan yang kurang wajar.

Meskipun di pesantren pasti diajarkan tentang ilmu-ilmu seksualitas, seperti dalam kitab Qurrotul Uyun dan Fathul Izar, namun kitab-kitab tersebut baru diajarkan kepada santri di usia-usia yang sudah menginjak dewasa atau kelas tiga aliyah. Padahal, seharusnya anak santri yang duduk di kelas Tsanawiyah harus mulai dikenalkan dengan pendidikan sex, baik itu diambil sumber dari kitab kuning maupun buku. 

One Reply to “Sex Education di Dunia Pesantren, Pentingkah?”

Tinggalkan Balasan