Santri dan tahun baru

SISA HUJAN TAHUN LALU

SISA HUJAN TAHUN LALU 

Belum kering sarung, di sela jemuran ia menyangkut,
bau hujan Desember, masih saja hidungku mematuk.
Di halaman masjid,
genangan airnya menyimpan bayangan, wajahku setahun lalu, terjebak dalam kenangan.
Tak benar-benar pergi hujan, hanya pindah ia,
ke dalam mataku,
saat Alfiyah, Juman dan ‘Aqidatul ‘Awam kian rahasia.
Januari adalah matahari malu,
jejak sedu hendak ia sapu,
namun dalam pinggir kitab kuning, nama rindu tetap membatu.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

JANUARI: SEBUAH PINTU YANG TERBUKA SENDIRI 

Tinggalkan Balasan