Sistem Muhadatsah dan Ta’lim Al-Mufrodat di Pesantren

Hal tersebut bertujuan agar para santri tidak hanya menghafal dan mengetahui kosa kata tersebut, melainkan mereka mampu menyusunnya ke dalam kalimat menggunakan ilmu nahu, saraf, dan grammar yang mereka dapatkan di kelas. Ta’lim al-mufrodat ini berlangsung selama tiga puluh menit.

Di malam hari sebelum tidur, para santri juga diwajibkan untuk menghafal kosa kata beserta contoh kalimat dari kosa kata yang mereka pelajari di pagi hari. Dan mereka menyetorkan hafalan kepada pengurus asrama dengan tertib.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Hal tersebut bertujuan untuk memastikan bahwa mereka benar-benar menghafal dan mengerti penggunaan setiap kosa kata. Biasanya, ta’lim al-mufrodat ini diadakan empat kali dalam seminggu, yaitu pada hari Senin, Rabu, Sabtu, dan Ahad.

Pada hari Selasa, sebagai pengganti dari ta’lim al-mufrodat, diadakan muhadatsah atau yang dalam Bahasa Indonesia bisa diartikan sebagai percakapan. Jika saat ta’lim al-mufrodat mereka duduk di depan asrama, ketika muhadatsah mereka berdiri berkelompok dengan didampingi satu pengurus asrama.

Terdapat dua metode dalam muhadatsah, yaitu metode al-hiwar al-mubaasyir dan juga al-hiwar al-muwajjah. Al-hiwar al-mubaasyir adalah metode di mana para santri berdiri berpasang-pasangan dan berbincang dengan bahasa yang sedang berlaku di minggu tersebut. Al-hiwar al-mubaasyir ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa percaya diri santri dalam berbahasa.

Tinggalkan Balasan