Nganjuk, 7 Juni 2025.
CAHAYA ABADI DALAM RADA TUHAN

Aku bertanya pada alam semesta ini
Dalam rada Tuhan, jiwa ini menanti
Kepada-Nya, kukedepankan semuanya Ini
Sujud dan sembah setia tugas suci
Di mana Tuhan semakin Ingin mengenalkan diri
Dalam cahaya Tajalli-Nya berkilau,
terang di bawah Arsy
Dalam ruang sunyi, nur-Nya terpatri
Wahdatul wujud, Sirrullah Dzatullah Sifatullah Wujud Allah
Pengenalanku pada-Nya
Memantul di keagungan abadi
Dalam setiap embus napas dan langkah
Kuingat Dia, dalam gelap malam dan terang siang
Cahaya-Nya menuntun hidupku sepanjang zaman
Nganjuk, 7 Juni 2025.
KUBIARKAN
Kubiarkan aroma kopi yang menyelinap lembut di pipi
Di antara cahaya yang redup
Ruang kosong di sudut meja
Di bayang-bayang kenangan yang perlahan menepi
Dibarengi asap rokok yang kuisap ini
Memberi arti pada hati
Yang letih menapaki jejak-jejak kenyataan
Merindukan peluk sunyi,
Mencari celah di antara sisa-sisa lelah
Untuk sejenak bersandar
Mengurai benang-benang resah yang menggumpal dalam dada
Rasa yang lelah harus perlahan mereda
Membawa ingatan pada hari yang penuh harap
Doa yang penuh dengan air mata
Pojok bumi mana lagi yang harus kucari
Langit mana lagi yang harus kunanti
Demi mengais seporsi rezeki.
