Yang berjaya adalah dusta. Kesejatian ditinggalkan memosil dalam lumpur waktu. Kedalaman dihindari, kedangkalan dirayakan.
Ke mana saja menghadap, “sampah” berserakan mengguritai wajah negeri. Segala yang inti otentik tertindih tersingkir di belam riasan polesan.

Di zaman gelisah kepalsuan, saat orang terempas tunggang-langgang tanpa jangkar jatidiri, jalan terbaik pulang ke akar. Akar keyakinan yang menumbuhkan pohon harapan.
Bahwa kesenjangan antara impian dan kenyataan bisa dipecahkan dengan menghidupkan Spirit, yang menyatukan pikiran dan hati. Di bawah terang Spirit, katastropi tak perlu terlalu diratapi. Krisis bisa dilihat sebagai derita ibu hamil yang mengandung anak kemajuan.
